LINEN HOTEL
Dalam sebuah hotel, baik hotel kecil maupun hotel besar, linen menjadi periengkapan yang sangat vital dalarm pelayanan kepada tamu-tamu hotel, baik yang menginap ataupun sekadar menikmati layanan hotel. Biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan linen-linen tersebut sangat besar dan mahal. Tampak jelas bahwa investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk pengadaan linen sangat besar.
Oleh sebab itu, penanganannya membutuhkan profesionalisme. Linen-linen yang berasal dari kamar tidur, kamar mandi, dan pakaian seragam karyawan, jika digabungkan jumlahnya sangat besar. Sangat penting bagi petugas Laundry untuk mempersiapkan semua linen dan seragam tersebut dalam keadaan bersih setiap hari, agar tidak mengganggu operasional hotel dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada tamu hotel.
1. Linen-Linen Housekeeping Department dan Linen-linen Food & Beverage Department
Di hotel, linen-linen Umumnya digunakan untuk kebutuhan operasional Housekeeping Departrnent dan Food & Beverage Department.
a. Linen-linen Housekeeping Department
Linen-linen yang berada di kamar-kamar tamu yang dibutuhkan oleh Housekeeping Department meliputi:
1) Sheet (sprei) terdiri dari dua ukuran, yakni Double Sheet dengan ukuran 230 x 275 cm dan Single Sheet dengan ukuran 175 x 275 cm. Dahulu, untuk setiap kasur dibutuhkan 3 pcs sheet, namun sekarang dengan menggunakan Duvet, hanya dibutuhkan 17 sheet saja.
2) Duvet cover (sprei penutup selimut), kalau dahulu sering ditemui bed cover, kini lebih banyak hotel menggunakan Aduvet yang menjadi selimut sekaligus bed cover.
3) Bed pad/speard (alas matras), Merupakan alas tidur yang dipasang di atas matras yang berfungsi sebagai peredam panas, karena kasur terbuat dari busa sehingga tamu dapat tidur dengan nyaman. Bed pad juga berfungsi meredam / menahan kotoran cairan yang tumpah ke kasur sehingga tidak merusak tempat kasur.
4) Bed skirting (sprei Matras), yang berfungsi sebagai penutup spring box sehingga menutupi seluruh kaki bed.
5) Pillowcase (sarung bantal), normalnya berukuran 50 x 75 cm.
6) Bath towel (handuk mandi), normalnya berukuran 60 x 122 cm.
7) Beach towel (handuk renang), normalnya berukuran 90 x 170 cm.
8) Face towel (handuk muka), normalnya berukuran 30 x 45 cm.
9) Hand towel (handuk tangan), normalnya berukuran 20 x 100 cm
10) Bath mat (alas kamar mandi), normalnya berukuran 60 x 90 cm
b. Linen-linen Food & Beverage Department
Linen-linen di Restoran, Banquet, dan Bar yang dibutuhkan oleh Food & Beverage Department meliputi:
1) Table cloth (taplak meja), fungsi utamanya adalah menutup meja. Ada banyak ukuran dan motifnya, namun yang paling sering digunakan di hotel adalah warna putih. Bisa juga warna lainnya, namun bercorak/bermotif polos.
2) Melton/silence cloth (pelapis meja), terbuat dari bahan kain lembut yang tebal yang dipasang di bawah table cloth. Fungsinya adalah untuk meredam suara saat makan minum dan meredam panas sehingga tidak merusak permukaan meja makan.
3) Table mat (alas piring per individu di meja makan), khusus untuk meja makan yang terbuat dari kaca umumnya digunakan table mat sebagai alas makan.
4) Doily mat/tray mat (kain penutup nampan), yang fungsi utamanya membuat permukaan tray/nampan tidak licin saat membawa makanan/minuman tamu.
5) Buffet cloth (taplak meja khusus meja buffet), fungsinya hampir mirip dengan skirting.
6) Skirting/table skirting (rampel meja buffet), adalah kain panjang yang digunakan sebagai penutup meja buffet atau meja rapat dengan berbagai corak/motif atau polos namun mengilap. Untuk memperindah biasanya dibuat rampel.
7) Guest napkin (serbet makan tamu), yang berfungsi sebagai penghias meja, penahan makanan agar tidak jatuh ke pakaian tamu serta untuk membersihkan mulut tamu saat makan.
8) Oshibori (handuk kecil) yang disediakan untuk tamu yang baru datang, biasanya dalam keadaan basah, baik dalam suhu hangat (jika udara di luar dingin) maupun suhu dingin (jika suhu di luar panas terik).
9) Service napkin (serbet pelayanan tamu), yaitu napkin khusus yang dipakai oleh waiter restaurant saat Menuang air es ke dalam gelas tamu, ataupun saat membawa piring panas makanan ke meja tamu.
10) Glass cloth (serbet khusus untuk membersihkan gelas), fungsi utamanya untuk mengeringkan gelas-gelas setelah dicuci, ataupun saat disusun di meja makan.
11) Cheflwaiter apron (celemek), kain pelindung yang dipakai oleh juru masak atau waiter untuk menghindari tumpahan cairan panas saat membuat makanan ataupun melayani tamu.
Jumlah ideal linen yang dibutuhkan agar pelayanan dapat maksimal adalah 3-4 par stock, dengan perincian 7 set pertama terpakai/terpasang, 7 set kedua dalam proses pencucian, dan 1 set ketiga berada di gudang penyimpanan sementara (akan lebih baik jika terdapat 7 set lagi yang berada di gudang besar). Ada banyak jenis bahan tekstil yang digunakan sebagai bahan dasar linen hotel, akan tetapi linen berbahan katun umumnya masih mendominasi. Biasanya, digunakan untuk seprei, sarung bantal, berbagai jenis handuk dan linen-linen di restoran. Hal yang sama berlaku untuk pakaian seragam karyawan, walaupun sudah dimodifikasi dengan bahan lain seperti polyster (tetoron)+katun.
Tekstil linen-linen di hotel banyak menggunakan bahan katun. Alasan mendasarnya ialah bahan katun lebih kuat, perawatannya mudah, dan penggunaannya nyaman karena hampir semua barang yang terbuat dari tekstil di hotel secara langsung berhubungan dengan kulit tubuh tamu, seperti sprei, handuk, napkin, dan lain-lain. Selain itu katun dikenal sebagai bahan tekstil penyerap keringat/air yang sangat baik, tembus udara, dan lembut, apalag! katun yang berkualitas baik.
Selain katun sebenarnya banyak juga jenis tekstil yang digunakan di hotel, mulai dari yang terbuat dari bahan alami seperti wol yang banyak digunakan untuk selimut (blanket) ataupun yang terbuat dari bahan sintetis berupa kain-kain penghias untuk tirai (curtain), jok/sofa-sofa bahkan tirai kamar mandi (shower curtain). Namun, barang-barang linen ini tidak terlalu sering dicuci.
Oleh karena itu, pembelian bahan linen yang berkualitas Sangat diperlukan. Namun demikian, daya tahan (awet), benampilan, dan kualitas linen tidak lepas dari bagaimana penanganannya sehari-hari, terutama saat proses pencucian oleh petugas di Laundry Department.
2. Keuntungan Memiliki Laundry Plant Sendiri
Memiliki laundry plant sendiri memberi keuntungan tersendiri pula. Berikut ini adalah beberapa keuntungan jika hotel memiliki laundry plant sendiri:
a. Biaya investasi untuk menyediakan cucian bersih (linen maupun pakaian kerja) yang digunakan sendiri oleh hotel relatif lebih kecil/sedikit.
b. Waktu, tenaga, dan upaya untuk mengambil cucian bersih dari layanan laundry komersial dihilangkan sehingga staf dapat bekerja lebih baik.
c. Petugas Housekeeping dan Food & Beverage dapat dengan mudah mengakses layanan permintaan cucian bersih di hotel.
d. Kehilangan atau penyalahgunaan linen dapat dikurangi.
e Staf dapat memiliki kontrol penuh atas siklus pencucian dan kekurangan linen.
f. Masa pakai linen dapat diperpanjang dengan menggunakan pencucian khusus sesuai dengan tingkat kekotoran linen.
3. Prosedur Pelayanan Linen Hotel Linen-linen kotor yang dikirim ke laundry harus segera ditindaklanjuti dan tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Oleh sebab itu, begitu cucian kotor tiba harus segera ditangani dan dikerjakan. Alasan di balik itu adalah:
a. Cucian kotor harus dibersinkan sedini mungkin karena akan digunakan kembali untuk menggantikan cucian kotof berikutnya.
b. jika dibiarkan terlalu lama, noda di kain cucian bisa menjadi permanen.
c. Noda di kain cucian dapat menodai (pindah) ke kain cucian yang lain.
d. Kain kotor yang lembab (basah) menjadi tempat yang baik berkembang biaknya bakteri.
e. Menghindari kemungkinan linen salah tempat atau hilang.
No comments:
Post a Comment