CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN BAHASA BALI SETIAP FASE ~ PECINTA IPA <meta content='PECINTA IPA' name='keywords'/>

Wednesday, February 25, 2026

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN BAHASA BALI SETIAP FASE

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN BAHASA BALI SETIAP FASE


1. CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE A

Fase A (Kelas I – II SD)

Pada akhir Fase A, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan kepada teman sebaya dan orang dewasa tentang diri dan lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu memahami dan menyampaikan pesan; mengekspresikan perasaan dan gagasan; berpartisipasi dalam percakapan dan diskusi secara santun.

Peserta didik mampu meningkatkan penguasaan kosakata baru melalui berbagai kegiatan berbahasa dan bersastra dengan topik yang beragam.

Untuk kelas I yaitu: tata cara makenalan, angka, adan dina, adan undagan kulawarga, pangalaman, adan warna, piranti masekolah, piranti makedas-kedas, adan beburon, adan entik-entikan, adan-adan dauh (waktu), dan adan bencana, satua Bali, dan sekar rare.

Topik untuk kelas II yaitu: parilaksana idup adung, adan plalian, tata cara matakon, geginan dadi murid, adan dauh (lanturan), parilaksana idup bresih lan sehat, piranti makedas-kedas, pengalaman, kruna matungkalik (tarap kosa kata), adan ubuh-ubuhan, adan woh-wohan, angka 1–25, tata cara nyaga keselamatan, dan arah mata angin, satua Bali, dan sekar rare.

Fase A Berdasarkan Elemen

Menyimak
Peserta didik mampu bersikap menjadi penyimak yang baik. Peserta didik mampu memahami pesan lisan dan informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi.

Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu bersikap menjadi pembaca dan pemirsa yang baik. Peserta didik mampu memahami informasi dari bacaan dan tayangan yang dipirsa tentang diri dan lingkungan, narasi imajinatif, dan puisi anak. Peserta didik mampu menambah kosakata baru dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa dengan bantuan ilustrasi.

2. Fase B (Kelas III – IV SD)

Pada akhir Fase B, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan kepada teman sebaya dan orang dewasa tentang hal-hal menarik di lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu memahami dan menyampaikan gagasan dari teks informasional, memahami penokohan dan pesan dari teks narasi. Peserta didik mampu mengungkapkan gagasan dalam kerja kelompok dan diskusi. Peserta didik mampu meningkatkan penguasaan kosakata baru melalui berbagai kegiatan berbahasa dan bersastra dengan topik yang beragam.

Topik untuk kelas III yaitu: tata cara beburon endah, amah-amahan beburon, parinama pahan etik-entikan, adan panak beburon, angka 1–50, aksara bali wianjana, adan masa (cuaca), kruna len raos (terapan/konteks), pangangge suara, angka aksara Bali 1–10, dan kruna matungkalik (terapan kosa kata), satua Bali, dan sekar alit (pupuh Mijil).

Topik untuk kelas IV yaitu: pangangge tengenan, gantungan lan gempelan (pengenalan untuk 1 kata), kruna kahanan awak, angka 1–100, parinama swagina, pupuh pucung, gantungan lan gempelan (lanturan), cecimpedan, kruna dwi lingga (terapan kosa kata), pariwata ring bali, pasang aksara bali (ra rĂ©pa lan la lenga), satua Bali, dan sekar rare.

Peserta didik mampu membaca dengan fasih.

Fase B Berdasarkan Elemen

Menyimak

Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi. Peserta didik mampu memahami dan memaknai teks narasi yang dibacakan atau dari media audio.

Membaca dan Memirsa

Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-hari, teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak atau elektronik. Peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide pendukung pada teks informasional dan mampu menjelaskan permasalahan yang dihadapi oleh tokoh cerita pada teks narasi. Peserta didik mampu menambah kosakata baru dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa sesuai dengan topik.

Berbicara dan Mempresentasikan

Peserta didik mampu berbicara dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; mengajukan dan menanggapi pertanyaan dalam suatu percakapan dan diskusi dengan lebih aktif. Peserta didik mampu mengungkapkan gagasan dalam suatu percakapan dan diskusi dengan menerapkan tata caranya. Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu informasi yang dibaca atau didengar dari teks narasi dengan topik yang beragam.

Menulis

Peserta didik mampu menulis teks narasi, deskripsi, rekon, prosedur, dan eksposisi dengan rangkaian kalimat yang beragam, informasi yang lebih rinci dan akurat dengan topik yang beragam. Peserta didik semakin terampil menulis tegak bersambung.

3. CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE C

Fase C (Kelas V – VI SD)

Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan dan konteks sosial. Peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi dan pesan dari paparan lisan dan tulis.

Topik untuk kelas V yaitu: Basa Alus Anggasarira lan kawigunane, Uger-uger pangangge Tengenan, Basa Alus Ajeng-ajengan, Pupuh Maskumambang, Angka 1–200, Tata Cara Sasuratan Huruf Kapital, Pangangge Ardasuara (kata), lan rangkepan Wianjana (nc lan nj), Parinama Prabot ring Carik, dan Prabot ring Paon, puisi Bali Anyar (tahap pengenalan).

Topik kelas VI yaitu: Pangangge Ardasuara (Lanturan), Tatacara nyurat Nyurat Kruna Lingga lan Tiron, Anggah-ungguhing Basa, Pangangge Ardasuara (kalimat), parinama Angka 1–1000, kruna wilangan papasten, Pupuh Ginanti, Beladbadan, dan Soroh Lengkara (pidarta, pitaken, pituduh), satua Bali dan puisi Bali Anyar yang dikenali dalam teks narasi dan informasional.

Peserta didik mampu menanggapi dan mempresentasikan informasi yang dipaparkan; berpartisipasi aktif dalam diskusi; menuliskan tanggapannya terhadap bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya; menulis teks untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya dengan lebih terstruktur.

Peserta didik memiliki kebiasaan membaca untuk hiburan, menambah pengetahuan, dan keterampilan.

Fase C Berdasarkan Elemen

Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa fakta, prosedur dengan mengidentifikasikan ciri objek dan urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari berbagai jenis teks informasional dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan audio.

Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu membaca dengan lancar dan indah serta memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, literal, konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan karakter. Peserta didik mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks deskripsi, narasi, dan eksposisi, serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa dan pantun, puisi) dari teks dan/atau audiovisual.

Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan; pilihan kata yang tepat sesuai dengan norma budaya; menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, kreatif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.

Menulis
Peserta didik mampu menulis teks eksplanasi, laporan, dan eksposisi persuasif dari gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi; menjelaskan hubungan kausalitas; menuangkan hasil pengamatan; meyakinkan pembaca. Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis teks sesuai dengan konteks dan norma budaya; menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosakata secara kreatif.


4. CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE D

Fase D (kelas VII, VIII, IX SMP)


Pada akhir FASE D, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, akademis, dan dunia kerja. Peserta didik secara kritis dan kreatif mampu memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, atau mencipta informasi dari berbagai tipe teks tentang topik yang beragam: Bebaosan (Gatra Bali, Pidarta, Ugrawakya), Anggah Ungguhing Basa, Tata Kruna (wangun kruna, wewangsan kruna), Tata Lengkara, Wacana (karangan bebas, Satua, wiracarita), Paribasa (Wewangsalan, Peparikan, Sesenggakan), Puisi Bali Anyar, Prosa Bali Anyar (Cerpen), Sekar Alit (Maskumambang, Ginada, Sinom), Membaca Aksara Bali, Menulis Aksara Bali dengan berbagai media (kertas, Software, lontar, Baligrafi).

Peserta didik mampu menyintesis, memanipulasi, presisi, artikulasi gagasan dan pendapat dari berbagai sumber. Peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi dan debat. Peserta didik mampu menulis berbagai teks untuk merefleksi, menyampaikan pendapat, dan mempresentasikan serta menanggapi informasi nonfiksi dan fiksi secara mandiri, kritis, dan etis.

4. Fase D Berdasarkan Elemen

Menyimak

Di akhir FASE D, elemen menyimak peserta didik secara kritis dan kreatif mampu memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan, atau pesan yang akurat dari menyimak berbagai wacana sastra dan non sastra dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.

Membaca dan Memirsa

Di akhir FASE D, elemen membaca dan memirsa peserta didik secara kritis dan kreatif mampu memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan dari teks deskripsi, laporan, narasi, rekontruksi, eksplanasi, eksposisi, dan diskusi, dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat.

Peserta didik mampu menyintesis, memanipulasi, presisi artikulasi informasi untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan simpati, peduli, empati dan/atau pendapat pro/kontra dari teks visual dan audiovisual secara kreatif. Peserta didik menggunakan sumber lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan isi teks.

Berbicara dan Mempresentasikan

Di akhir FASE D, elemen berbicara dan mempresentasikan peserta didik mandiri, kritis, dan etis mampu mengolah dan menyajikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, perumusan masalah, dan solusi dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara secara logis, runtut, kritis, dan kreatif.

Peserta didik mampu menyintesis, memanipulasi, presisi, dan artikulasi ungkapan sesuai dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta didik berkontribusi lebih aktif dalam diskusi dengan mempersiapkan materi diskusi, melaksanakan tugas dan fungsi dalam diskusi. Peserta didik mampu mengungkapkan simpati, empati, peduli, perasaan, dan penghargaan secara kreatif dalam bentuk teks fiksi dan nonfiksi multimodal.

Menulis

Di akhir FASE D, elemen menulis peserta didik mandiri, kritis, dan etis mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan dalam bentuk teks informasional dan/atau fiksi.

Peserta didik mampu menyintesis, memanipulasi, presisi, dan artikulasi teks eksposisi hasil penelitian dan teks fungsional dunia kerja. Peserta didik mampu mengalihwahanakan satu teks ke teks lainnya untuk tujuan ekonomi kreatif. Peserta didik mampu menerbitkan hasil tulisan di media cetak maupun digital.


5. CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE E

Fase E (kelas X SMA/SMK)

Pada akhir fase E, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, akademis, dan dunia kerja. Peserta didik secara kritis dan kreatif mampu memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, atau mencipta informasi dari berbagai tipe teks tentang topik yang beragam: Anggah Ungguhing Basa, Pidarta, Wacana Singkat Berbahasa Bali, Puisi Bali Modern, Sekar Alit (Durma, Dangdang Gula, Pangkur), Cerpen, Paribasa Bali (Sesonggan, Sesenggakan, Sloka, Sesapan), Aksara Bali dalam berbagai media.

Peserta didik mampu menyintesis, memanipulasi, presisi, artikulasi gagasan dan pendapat dari berbagai sumber. Peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi dan debat. Peserta didik mampu menulis berbagai teks untuk merefleksi, menyampaikan pendapat, dan mempresentasikan serta menanggapi informasi nonfiksi dan fiksi secara mandiri, kritis, dan etis.

Fase E berdasarkan Elemen

Elemen Menyimak

Di akhir fase E, elemen menyimak peserta didik secara kritis dan kreatif mampu memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan, atau pesan yang akurat dari menyimak berbagai wacana sastra dan non sastra dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.

Elemen Membaca & Memirsa

Di akhir fase E, elemen membaca dan memirsa peserta didik secara kritis dan kreatif mampu memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan dari teks deskripsi, laporan, narasi, rekontruksi, eksplanasi, eksposisi, dan diskusi, dari teks visual dan audio visual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat.

Peserta didik mampu menyintesis, memanipulasi, presisi artikulasi informasi untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan simpati, peduli, empati dan/atau pendapat pro/kontra dari teks visual dan audiovisual secara kreatif. Peserta didik menggunakan sumber lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan isi teks.

Elemen Berbicara dan Mempresentasikan

Di akhir fase E, elemen berbicara dan mempresentasikan peserta didik mandiri, kritis, dan etis mampu mengolah dan menyajikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, perumusan masalah, dan solusi dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara secara logis, runtut, kritis, dan kreatif.

Peserta didik mampu menyintesis, memanipulasi, presisi, artikulasi ungkapan sesuai dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta didik berkontribusi lebih aktif dalam diskusi dengan mempersiapkan materi diskusi, melaksanakan tugas dan fungsi dalam diskusi. Peserta didik mampu mengungkapkan simpati, empati, peduli, perasaan, dan penghargaan secara kreatif dalam bentuk teks fiksi dan nonfiksi multimodal.

Elemen Menulis

Di akhir fase E, elemen menulis peserta didik mandiri, kritis, dan etis mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan dalam bentuk teks informasional dan/atau fiksi.

Peserta didik mampu menyintesis, memanipulasi, presisi, artikulasi teks eksposisi hasil penelitian dan teks fungsional dunia kerja. Peserta didik mampu mengalihwahanakan satu teks ke teks lainnya untuk tujuan ekonomi kreatif. Peserta didik mampu menerbitkan hasil tulisan di media cetak maupun digital.

6. CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE F

Fase F (kelas XI, XII SMA/SMK)

Pada akhir fase F, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, akademis, dan dunia kerja. Peserta didik secara kritis dan kreatif mampu memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, atau mencipta informasi dari berbagai tipe teks tentang topik yang beragam: Anggah Ungguhing Basa, Sembrama Wacana, Dharma Wacana, Sekar Madya, Sekar Agung, Paribasa Bali (Sesawangan, Pepindan, Sesemon, Sesimbing), Puisi, Drama Bali, gancaran (prosa), Aksara Bali dalam berbagai tujuan.

Peserta didik mampu menyintesis, memanipulasi, presisi, artikulasi gagasan dan pendapat dari berbagai sumber. Peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi dan debat. Peserta didik mampu menulis berbagai teks untuk merefleksi, menyampaikan pendapat, dan mempresentasikan serta menanggapi informasi nonfiksi dan fiksi secara mandiri, kritis, dan etis.

Fase F berdasarkan Elemen

Elemen Menyimak

Di akhir fase F, elemen menyimak peserta didik secara kritis dan kreatif mampu memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan, atau pesan yang akurat dari menyimak berbagai wacana sastra dan non sastra dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.

Elemen Membaca & Memirsa

Di akhir fase F, elemen membaca dan memirsa peserta didik secara kritis dan kreatif mampu memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan dari teks deskripsi, laporan, narasi, rekontruksi, eksplanasi, eksposisi, dan diskusi, dari teks visual dan audio visual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat.

Peserta didik mampu menyintesis, memanipulasi, presisi artikulasi informasi untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan simpati, peduli, empati dan/atau pendapat pro/kontra dari teks visual dan audiovisual secara kreatif. Peserta didik menggunakan sumber lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan isi teks.

Elemen Berbicara dan Mempresentasikan

Di akhir fase F, elemen berbicara dan mempresentasikan peserta didik mandiri, kritis, dan etis mampu mengolah dan menyajikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, perumusan masalah, dan solusi dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara secara logis, runtut, kritis, dan kreatif.

Peserta didik mampu menyintesis, memanipulasi, presisi, artikulasi ungkapan sesuai dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta didik berkontribusi lebih aktif dalam diskusi dengan mempersiapkan materi diskusi, melaksanakan tugas dan fungsi dalam diskusi. Peserta didik mampu mengungkapkan simpati, empati, peduli, perasaan, dan penghargaan secara kreatif dalam bentuk teks fiksi dan nonfiksi multimodal.

Elemen Menulis

Di akhir fase F, elemen menulis peserta didik mandiri, kritis, dan etis mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan dalam bentuk teks informasional dan/atau fiksi.

Peserta didik mampu menyintesis, memanipulasi, presisi, artikulasi teks eksposisi hasil penelitian dan teks fungsional dunia kerja. Peserta didik mampu mengalihwahanakan satu teks ke teks lainnya untuk tujuan ekonomi kreatif.

No comments:

Post a Comment