Menenun Cahaya di Usia Belia: Mengukir Makna Sebelum Senja Tiba ~ PECINTA IPA <meta content='PECINTA IPA' name='keywords'/>

Sunday, January 25, 2026

Menenun Cahaya di Usia Belia: Mengukir Makna Sebelum Senja Tiba

Menenun Cahaya di Usia Belia: Mengukir Makna Sebelum Senja Tiba
Oleh: Ketut Supeksa, S. Pd.Gr (@supeksatv)
Masa muda seringkali diibaratkan sebagai musim semi dalam bentang kehidupan manusia. Ia adalah fase di mana energi berada di puncak tertinggi, rasa ingin tahu meledak-ledak, dan dunia seakan berada dalam genggaman. Namun, di balik keindahannya yang berkilau, masa muda menyimpan satu sifat yang mutlak: ia fana.

Kilau Indah yang Tak Terulang
Masa muda bukan sekadar angka pada kartu identitas. Ia adalah masa di mana idealisme tumbuh subur. Pada periode ini, fisik kita masih cukup kuat untuk mendaki gunung tertinggi, pikiran kita cukup tajam untuk menyerap ribuan ilmu baru, dan hati kita cukup berani untuk mencoba hal-hal yang dianggap mustahil.

Keindahan masa muda terletak pada kebebasan untuk bereksplorasi. Kita memiliki kesempatan untuk melakukan kesalahan, belajar darinya, dan bangkit kembali tanpa beban tanggung jawab seberat masa tua. Namun, justru karena keindahan yang tampak melimpah ini, banyak yang terjebak dalam ilusi bahwa "waktu masih panjang."

Jebakan Prokrastinasi dan Penyesalan
Ada sebuah pepatah lama yang mengatakan, "Waktu adalah pedang; jika kau tidak menggunakannya untuk memotong, ia akan memotongmu." Dalam konteks masa muda, musuh terbesar bukanlah kegagalan, melainkan penundaan (prokrastinasi).

Banyak orang baru menyadari berharganya masa muda ketika tubuh mulai renta dan daya ingat mulai memudar. Penyesalan selalu datang di akhir, biasanya berupa kalimat: "Seandainya dulu aku lebih berani," atau "Seandainya dulu aku belajar lebih giat." Padahal, waktu adalah satu-satunya sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (non-renewable resource). Sekali ia lewat, ia tidak akan pernah kembali, bahkan jika ditukar dengan seluruh emas di dunia.

Menggunakan Masa Muda dengan Bijak
Bagaimana cara memastikan masa muda kita tidak terbuang percuma? Ada tiga pilar utama yang bisa kita pegang:

Investasi Leher ke Atas: Gunakan waktu untuk mengisi otak dengan ilmu dan keterampilan. Di era digital ini, akses informasi tak terbatas. Jangan habiskan waktu hanya untuk hiburan kosong.

Membangun Karakter dan Integritas: Masa muda adalah waktu terbaik untuk membentuk kebiasaan baik. Disiplin, kejujuran, dan kerja keras yang dipupuk sekarang akan menjadi fondasi kesuksesan di masa depan.

Menciptakan Jejak Bermanfaat: Jangan hanya menjadi penikmat zaman, jadilah pembentuk zaman. Berkontribusilah pada lingkungan sosial, sekecil apa pun itu.

Penutup
Masa muda adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Jangan biarkan ia berlalu seperti angin yang hanya menyisakan debu penyesalan. Mari kita tenun cahaya di usia belia ini dengan karya, cinta, dan dedikasi. Sebelum senja menutup usia, pastikan kita telah menulis cerita indah yang layak untuk dikenang.

Gunakan masa mudamu sebaik mungkin, karena jam dinding tidak pernah berdetak mundur.

Sumber Referensi & Inspirasi:

Covey, S. R. (2004). The 7 Habits of Highly Effective People. (Pentingnya manajemen waktu dan prioritas).

Dweck, C. S. (2006). Mindset: The New Psychology of Success. (Tentang pertumbuhan mental di usia produktif).

Refleksi Filosofis Waktu dalam Pendidikan Karakter (Kemendikbudristek RI). . 

No comments:

Post a Comment